Minggu, 02 November 2014

Modifikasi Knalpot Yamaha Jupiter + Glasswool Replaceable

Modifikasi Knalpot Yamaha Jupiter + Glasswool Replaceable - Modifikasi knalpot, atau lebih sering menggunakan istilah bobok knalpot/bedel knalpot, marak dipilih oleh anak muda. Selain suara berubah, power mesin pun dapat naik. Yang menjadi kendala saat ini adalah tilang polisi akibat suara yang melebihi batas. Oleh karena itu perlu perhatian khusus dalam modifikasi knalpot, khususnya dalam model.
hasil modif knalpot Jupiter
standar lebih loss
Untuk mendesain model, minta pada tukang knalpot agar menggunakan pipa sarangan dan glasswool agar suara dingin alias tidak memekakkan telinga. Agar glasswool dapat diganti atau replaceable, kita minta juga model yang dapat dibuka. Dijamin polisi tidak akan melirik knalpot kita karena suara tidak keras dan juga tampilan masih terlihat standar. Berikut gambar - gambar nya agar lebih jelas.
knalpot menggunakan sarangan bongkar pasang
model sarangan
glasswool dapat diganti

Sabtu, 01 November 2014

Perhatikan Ukuran Ban Dalam dengan Ban Luar

Perhatikan Ukuran Ban Dalam dengan Ban Luar - Apabila ukuran ban dalam kurang sesuai dengan ukuran ban luar, akan timbul berbagai masalah. Masalah tersebut mulai dari ban sering bocor, pecah, bahkan cepat aus.
ukuran ban
Efek yang akan timbul apabila ukuran ban dalam lebih kecil dari pada ukuran ban luar adalah ban dalam akan mengembang melebihi kapasitas nya dan ketebalan ban menjadi minim. Alhasil ban dalam akan menipis dan gampang terserang panas akibat gesekan ban luar dengan aspal.

Sebaliknya apabila kita memakai ban dalam dengan ukuran yang lebih besar juga tidak baik, karena kemungkinan ban dalam akan melipat lebih besar. Maka sesuaikan lah ukuran ban dalam motor anda dengan ban luarnya.

Tips Membaca Ukuran Ban Dalam
  1. Ukuran Tunggal
    2,75 80/90-17
    dapat digunakan pada ban luar ukuran sbb:
    2,75-17
    80/90-17
    ukuran tunggal
  2. Ukuran Ganda
    2,25-2,50-70/90-17
    dapat digunakan pada ban luar ukuran sbb:
    2,25-17
    2,50-17
    70/90-17
    ukuran ganda

Jumat, 24 Oktober 2014

Piston Honda MegaPro/Tiger untuk Suzuki Satria FU

Piston Honda MegaPro/Tiger untuk Suzuki Satria FU - Untuk menambah kapasitas mesin dan menaikkan rasio kompresi mesin, maka pembesaran piston pun dilakukan untuk Suzuki Satria FU. Piston standar diganti dengan milik MegaPro/Tiger dengan diameter 63.5 mm. Pemasangan harus membuat liner bawaan diganti dengan liner biasa dengan cara dibubut.
gambar ilustrasi hasil piston modif
Pada area piston, pantat diperkecil mengikuti bentuk piston standar. Pin standar Satria FU 16 mm, sedangkan MegaPro/Tiger 15 mm, jadi perlu dibubut agar masuk pen Satria FU. Coakan klep dibuat 4 biji mengikuti klep yang digunakan. Dome piston MegaPro perlu diubah pada bagian tengah saja sebanyak 2 - 2.5 mm tergantung rasio kompresi yang diinginkan. Rasio kompresi meningkat, gunakan bahan bakar yang lebih baik kualitasnya seperti Pertamax.
piston Tiger di Satria FU
Apabila menggunakan piston Tiger, hasil nya seperti gambar di atas. Piston Tiger memiliki tipe flat, sehingga rasio kompresi tetap standar. Cara ini dapat digunakan untuk yang tetap ingin menggunakan bahan bakar premium.

Minggu, 12 Oktober 2014

Setang Honda GL untuk Suzuki Satria FU

Setang Honda GL untuk Suzuki Satria FU - Setang asli Suzuki Satria FU dianggap kurang mampu untuk balap, khususnya drag bike. Setang seher standar kelewat kurus batangnya, rawan bengkok digebuk kompresi tinggi.
setang piston Satria FU
Namun ada solusi untuk permasalahan. Setang seher dapat menggunakan milik Honda GL series. Diameter pen atas dan bawah sama. Bedanya pada panjang setang. Milik Honda GL lebih panjang sedikit dibanding aslinya. Milik Satria FU panjangnya 102 mm, sedangkan GL apapun 103,5 mm. Agar piston tidak membentuk kop silinder, maka piston cukup dibubut saja. Lumayan piston standar dapat dibentuk menjadi piston dum , mirip piston racing.
setang piston GL series

Sabtu, 04 Oktober 2014

Setting Karburator PE28 di Scorpio

Setting Karburator PE28 di Scorpio - Yamaha Scorpio apabila ganti karburator Keihin PE 28 tidak bisa langsung dipakai karena setting spuyernya masih terlalu basah. Agar performa lebih optimal, maka perlu penggantian dan penyesuaian.
karburator PE28 di Scorpio
Penyesuaiannya antara lain jarum skep GL Pro series dengan klip jarum paling bawah, main jet #145, dan pilot jet #45 bawaan GL Pro. Angin-angin karburator akan bertemu sekitar 2 putaran.

Kamis, 02 Oktober 2014

Oplosan Rasio Rapat Honda C100 (Supra)

Oplosan Rasio Rapat Honda C100 (Supra) - Untuk menebus rasio rapat alias close ratio gearbox perlu dana yang tidak murah. Namun apabila kita menggunakan rasio rapat, maka pengolahan speed akan lebih baik karena rpm motor tidak jatuh terlalu jauh. Agar tidak memakan biaya, maka diperlukan substitusi yang jitu. Kita lihat kembali perbandingan girboks generasi bebek Astrea Prima sampai Supra.
  1. 12/34 = 2.833 
  2. 17/29 = 1.706
  3. 21/26 = 1.238
  4. 24/23 = 0.958
Seharusnya agar rasio lebih rapat, maka gigi 1, 2, dan 3 harus diperberat. Namun karena mencari substitusi yang murah, maka digunakan milik Astrea 800. Diganti gigi 2 dan gigi 3. Penggantian dua gigi itu jadi lebih panjang tarikannya.
girboks racing C100
Tapi, aplikasi rasio 2 dan rasio 3 dari Astrea 800 tidak bisa asal pasang. Terdapat perbedaan ketebalan, sehingga harus dibubut lebar gigi nya. Diukur dulu ketebalan gigi 2-3 C100 dan rasio 2-3 Astrea 800. Ketebalan gigi 2 drive gear Astrea 800 = 10,32 mm, dipangkas jadi 8,13 mm agar dapat dipasang ke rasio bebek Honda C series. Sedang untuk gigi driven gear yang tebalnya 14,73 mm dibubut jadi 10,88 mm. Buat gigi 2 yang depan harus dirancang lagi tiga kaki dan got spacernya. Disamakan aja tinggi dan lebar kakinya, terus dalam gotnya juga disamakan.
hasil bubut gear
Gigi 3 bagian belakang rasio Astrea 800. Gigi 3 driven gear aja yang dipakai untuk dipasang ke C series. Ketebalan gir belakang ketiga Astrea 800 = 13,95 mm. Ketebalan 13,95 harus dibubut sehingga jadi 10,48. Profil permukaannya harus disamakan dengan gigi belakang ketiga C100.

Sekarang rasio yang didapat adalah seperti berikut.
  1. 12/34 = 2.833
  2. 18/28 = 1.556
  3. 23/26 = 1.130
  4. 24/23 = 0.958
NB: Agar beban kerja mesin tidak berat, ada baiknya rasio final gir dibuat lebih ringan.

Rabu, 01 Oktober 2014

HCS Sederhana Menggunakan Uap di Tangki Bensin

HCS Sederhana Menggunakan Uap di Tangki Bensin - Penghemat bahan bakar yang sudah ada sebelumnya telah saya terapkan kembali pada motor saya dengan model yang lebih praktis. Sebelumnya saya menggunakan wadah tersendiri yang dinilai kurang bagus, baik segi tampilan maupun kepraktisan. Apabila HCS sebelumnya menggunakan uap etanol, kali ini HCS model final ini menggunakan uap bensin di tangki saja.
HCS - pemanas uap bensin di knalpot

Bahan yang diperlukan:
  1. Selang secukupnya (± 2 meter)
  2. Kran aquarium (2 buah)
  3. Airstone (1 buah)
  4. Sambungan selang aquarium T (2 buah)
  5. Filter tembaga kulkas
  6. Klem secukupnya
Cara Pembuatan/Perakitan HCS
Deskripsi singkatnya adalah sebagai berikut. Filter yang terbuat dari tembaga diklem di leher knalpot agar dapat menerima panas. Pada intake manifold harus terdapat saluran/naple kecil, yang nantinya menjadi saluran masuk HCS ke mesin. Sambungkan naple tadi ke filter di knalpot dengan menggunakan selang. Sambungan ini diputus, entah di tengah atau di mana, sekiranya posisi enak untuk diberi T dan dihubungkan lagi dengan kran dan airstone.
diagram sederhana HCS
Pada tangki bensin, kita beri lubang dan diberi sambungan sebagai lubang uap bensin yang diambil sistem HCS. Di sisi lainnya dari filter tembaga, dihubungkan dengan lubang di tangki bensin menggunakan selang. Antara sambungan ini kita putus lagi dan kita ganti dengan kran aquarium sebagai setelan uap bensin.

Setting HCS, karburator, dan mesin
Spesifikasi singkat dari mesin yang saya gunakan adalah sebagai berikut. Motor Yamaha Jupiter tahun 2001, piston jenong 52.5 mm & stroke standar (116.9 cc), karburator Jupiter Z ori, intake manifold costum, exhaust manifold costum, noken as dan klep standar.

Sebelum diinstal HCS, pilot jet #20 dan main jet #105 dengan putaran angin-angin 1 putaran. Setelah diinstal HCS dengan bukaan kran HCS yang sudah disetting hingga pas, angin-angin karburator terbuka penuh → pilot jet kurang kecil. Ganti pilot jet #15 dan setting angin-angin + setting HCS, didapat putaran angin-angin sebesar 1½ putaran. Busi berwarna merah bata pertanda setting sudah pas.
NB: Setting ketika filter/katalis tembaga sudah panas.

Hasil
Terlihat kan perbedaan setelah menggunakan HCS? Dari setting saja dapat terindikasi bahwa konsumsi bensin harus dibuat lebih irit agar setting pas. Untuk uji coba masih belum dilakukan, tetapi berdasar HCS model II yang menggunakan etanol, 1 liter premium mampu menempuh jarak 51 km dengan 9.000 - 12.000 rpm.

Jumat, 05 September 2014

Alat Bubut Noken As/Camshaft

Alat Bubut Noken As/Camshaft - Dalam modifikasi noken as/camshaft, diperlukan ketelitian agar mesin dapat diajak berlari kencang namun tidak merepotkan. Apabila tidak presisi, yang terjadi adalah mesin tidak mampu berlari kencang dan mesin terasa tidak stabil alias pincang.
alat bubut noken as
Gambar diatas yang saya ambil di google, dapat dibilang mampu membuat modifikasi noken as lebih presisi. Alasannya adalah terdapat busur sebagai pengukur durasi noken, terdapat stopper agar tidak terlewat, dan pegangan noken as yang kuat seperti ragum agar noken tidak miring maupun bergeser. Lebih detail dan akurat lagi apabila terdapat dial gauge sebagai indikator lift dan kelurusan camshaft.

Kamis, 04 September 2014

Perhatikan Kondisi Ban Dalam

Perhatikan Kondisi Ban Dalam - Batas waktu ganti ban dalam tidak ada patokan nya. Karena alasan itu, wajar jika banyak yang cuek bebek kondisi ban dalam. Meski sudah tidak layak pakai, tetap dipakai sampai jebol. Untuk tahu kondisi ban dalam masih layak atau tidak, caranya mudah. Berikut keterangan lebih lanjutnya.
ban tidak layak pakai
  1. Jumlah tambalan
    Jangan terbiasa membiarkan ban kelewat banyak tambalan. Efeknya bukan cuma putaran roda tak imbang. Ban dalam gampang bergelombang dan berisiko tambalan kembali bocor.
  2. Posisi pentil
    Pastikan pentil tetap tegak dan nggak miring kiri-kanan. Kalau miring, kotoran gampang masuk hingga menyebabkan karat. Pentil mudah terpisah dengan ban dalam. Salah satu penyebab pentil miring, biasanya ban kurang angin. Biker kurang perhatian pada tekanan ban. Saat kempes tidak lekas diisi, tapi tunggu sampai kelihatan gembes. Padahal ban luar bisa menarik ban dalam saat roda berputar.
    perhatikan pentil ban
  3. Kecacatan ban
    Jangan sepelekan ban dalam bocor di bagian yang rawan. Terutama di bagian lis atau garis sambungan ban dalam untuk menghindari kebocoran meluas. Meski masih bisa ditambal, tapi kalau robek nya segaris dan berukuran besar baiknya ban dalam tersebut diganti baru.

Rabu, 03 September 2014

Panduan Memilih Karburator Bekas

Panduan Memilih Karburator Bekas - Memilih karburator bekas memang mudah mudah gampang. Terkadang kita lebih tergiur pada rupa daripada mengintip jeroan dari karburator itu sendiri. Untuk lebih detail nya dalam memilih karburator bekas adalah dengan mengecek beberapa bagian dari karburator yang akan dibeli. Berikut panduannya.
karburator bekas
  1. Cek fisik karburator
    Karburator yang sudah cacat fisik dapat mengganggu kinerja nya. Selain itu, karburator yang telah direamer juga jangan diambil karena kita tidak tahu seberapa baik hasil reamer nya.
  2. Cek skep dan jarum skep
    Apabila skep maupun jarum skep sudah aus, kita perlu mengantisipasi/mengecek ketersediaan part nya. Jangan sampai kita membeli karburator aus tanpa ada sparepart nya.
  3. Cek dudukan spuyer
    Cek drat/ulir dari spuyer, baik main jet maupun pilot jet. Kondisi harus baik, dapat dilepas, dan tidak dol/slek.

Selasa, 02 September 2014

Turbo Charger di Kendaraan

Turbo Charger di Kendaraan - Turbocharger terdiri atas sebuah kipas/pompa radial yang kecil yang dikendalikan oleh energi gas buang dari sebuah mesin. Turbocharger juga terdiri atas sebuah turbin dan kompresor yang terpasang pada sebuah batangan (shared shaft). Turbin tersebut mengubah panas dan tekanan gas buang menjadi daya putar, yang kemudian digunakan untuk menggerakkan kompresor. Kompresor menggerakkan aliran udara dan memompanya kedalam intake manifold, sehingga tekanan semakin meningkat. Hal tersebut menghasilkan jumlah udara yang besar memasuki silinder dari setiap langkah hisap.
turbo di satria FU
Tujuan dari turbocharger kurang lebih sama dengan supercharger, untuk memperbaiki efisiensi volumetrik mesin dengan memecahkan salah satu batasan kardinalnya. Tekanan udara pada atmosfir tidak lebih dari 1 atm (14,7psi), sehingga ada batas mutlak antara tekanan dalam katup masuk dan jumlah aliran udara yang memasuki ruang pembakaran. Turbocharger meningkatkan tekantan pada titik dimana udara memasuki silinder, jumlah udara (oksigen) yang besar dipaksakan masuk ketika tekanan pada inlet manifold meningkat.

Tambahan aliran udara membuat mesin mampu mengendalikan tekanan ruang bakar dan perbandingan bahan bakar dan udara yang seimbang saat mesin berada pada RPM tinggi. Hal ini meningkatkan tenaga dan torsi yang dikeluarkan oleh mesin. Namun, untuk menghindari detonasi dan kerusakan fisik, tekanan dalam silinder tidak boleh terlalu tinggi. Pencegahan nya adalah bahwa tekanan masuk harus dikontrol oleh ventilasi yang membuang kelebihan gas. Fungsi kontrol tersebut dilakukan oleh wastegate, yang mengarahkan beberapa gas buang tidak ikut mengalir ke turbin.

Senin, 01 September 2014

CDI Motor dan Jenis Input Tegangan

CDI Motor dan Jenis Input Tegangan - CDI motor sangatlah banyak macam nya. Hampir tiap motor tidaklah sama tipe pengapian nya. Tipe pengapian tersebut dibedakan dari jenis input tegangan nya, yaitu AC dan DC. Berikut beberapa CDI motor dan jenis input tegangan nya.
cdi
YAMAHA
  • V75 = AC
  • V80 = AC
  • L2 Super = AC
  • Force 1 = AC
    F1Z = AC
    F1ZR = AC
  • Crypton = AC
  • Vega = AC
    Vega R = AC
    New Vega R = DC
  • Jupiter = DC
    Jupiter Z = DC
    New Jupiter Z = DC
  • Mio = DC
  • Nouvo = DC
    Nouvo Z = DC
  • Xeon  = DC
  • RX King = AC
  • Scorpio = DC
    Scorpio Z = DC
SUZUKI
  • RC 80 = AC
    RC 100 = AC
    RC 110 = AC
  • Satria 120 = AC
  • RGR 150 = AC
  • Smash = DC
    Smash Titan = DC
  • Shogun 110 = DC
    Shogun 125 = DC
  • Satria FU = DC
  • Spin = DC
  • Skywave = DC
    Skydrive = DC
  • Nex = DC
HONDA
  • Astrea = AC
  • Supra X = AC
  • Kirana = DC
    Kharisma = DC
    Supra X 125 = DC
  • CS 1 = DC
  • Mega Pro = DC
  • Tiger = AC
KAWASAKI
  • Ninja 150 R = AC
    Ninja 150 RR = DC