Home » » Kopling Manual dan Otomatis, Sentrifugal itu Lebih Bagus

Kopling Manual dan Otomatis, Sentrifugal itu Lebih Bagus

Written By Novanda S.T. on Tuesday, July 17, 2012 | 11:25 PM

Sebenarnya kopling sentrifugal alias otomatis yang paling cocok diterapkan di bebek. Ini malah pabrikan latah mencopot sentrifugal dan ganti manual. Akhirnya, konsumen bingung. Promo pabrik teriak, manual perangkat modern.

Pabrikan cuma ikut road race yang mengharuskan kopling tangan. Padahal, di sana berbeda dengan harian. Di balap pun demi keamanan menstabilkan akselerasi meletupnya rpm. Tak heran, anak muda berlomba meniru pada motor harian mereka.

Bengkel dan speed-shop pun gencar menawarkan perangkat kopling tangan. Bisa terdiri bak mesin kanan, stud pendorong, kopling jedek dan hendelnya. Dan lagi produk tersebut tersedia untuk semua bebek.

Virus ini kemudian dilirik pabrikan. Mereka ikut meluncurkan varian bebek berkopling. Dipicu Yamaha F1-Z SE dan F1Z-R CW. Disusul bebek Suzuki Satria dengan embel-embel tunggangan anak muda. Silsilah bebek sesungguhnya pun dilupakan.

Yang paling gres si Mandra, teriak-teriak soal Supra Supra XX dan V berkopling tangan. Katanya, lebih canggih dan tentu dengan mengerek harga lebih tinggi. Padahal, itu sama saja pengurangan teknologi. Soal harga lihat boks.

Sebenarnya ini kerugian. Terutama pemakaian di jalan macet. Ini lebih akurat pakai sentrifugal. Anda tidak direpotkan tarik ulur hendel kopling. Saat menunggu lampu merah, tangan bebas istirahat garuk-garuk kepala dan kuping.

Juga kampas kopling lebih hemat karena pada rpm 1.300 yang bekerja hanya kopling sentrifugal. Apalagi kebiasaan bikers Indonesia yang suka main setengah kopling. Bagi yang jam terbangnya tinggi, kopling otomatis tak gampang capek. Kopling sentrifugal bebek dirancang super mudah dipakai siapa saja. Dengan dicopot pakai kopling manual, kaum hawa kerepotan. 

Toh pabrikan menyediakan tipe semi manual. Di kalangan anak muda, jenis ini disebut kopling banci. Misalnya, Yamaha F1Z. Meski ada kopling tangan, sentrifugal nya masih terpasang.

Sesuaikan kebutuhan dan motor. Kalau pengin responsif, silakan beli yang berkopling, bila ingin nyaman pilih yang biasa saja.

8 comments:

  1. Ketemu lagi.......mas kalo smash saya kan blom pke kopling manual tu kalo mau dibikin semi manual bisa gak ya? Tanpa make handel gtu mksudnya........tlong konfirmasinya ya....
    Suwunnnnn.......

    ReplyDelete
  2. istilahnya primer'an bro?
    hanya tinggal las kampas ganda nya bro..
    lalu handle tetep pakai kaki..
    hehe

    ReplyDelete
  3. Brati cuma las bag gandanya aja ya mas.....trus perbandingan kelemahan dan klebihannya sbrapa bsar ya mas kalo pke otomatis sama primeran

    ReplyDelete
  4. otomatis ya kyk biasanya.. mudah dlm pengoperasian motor.. gmpg bawa nya

    kalau primer'an handle kopling pakai kaki.. susah kalau ga terbiasa..
    mending langsung pakai kopling tangan aja hehe

    ReplyDelete
  5. om motor saya jupiter tahun 2005, aya mau bikin kopling seperti postingan ini.. ada rekomendasi saya harus bikin dimana , agar kopling saya potingan seperti postingan ini

    terimkasih

    ReplyDelete
  6. kopling manual bisa beli paketan d toko..

    ReplyDelete
  7. terimakasih atas komentarnya kembali mas.

    maafkan saya salah untuk bermaksud perihal tentang pertanyaan sembelumnya, maksud saya, ...tipe semi manual. Di kalangan anak muda, jenis ini disebut kopling banci. Misalnya, Yamaha F1Z. Meski ada kopling tangan, sentrifugal nya masih terpasang...(kutipan penjelasan tentang Kopling Manual dan Otomatis, Sentrifugal itu Lebih Bagus.

    terimakasih saya ucapkan kembali untuk penjelasan pertanyaan yang berikutnya.

    ReplyDelete
  8. owh sama" bro..
    kopling banci itu ya tetap beli paket kopling manual..
    tp ga perlu dilas kopling sentrifugal/ganda nya..
    jadi deh kopling banci..
    kalau mau full manual ya tinggal las aja ganda nya

    ReplyDelete

Label

karburator (104) kelistrikan (54) komponen (237) kopling (55) pelumasan (28) pengapian (38) perawatan (204) produk (171) rem (24) rumus (25) timing (46)