Rekondisi Yamaha Alfa '88

Sosoknya masih banyak beredar di metropolis. Konsumen setia lebih suka memakainya di dalam kota, sebagai sarana commuter bike. Di jalanan macet, Alfa bisa dibanggakan sebab, akselerasinya yang ringan serta postur bodi mungil, jadi tetap diminati kaum hawa saat membelah kemacetan.


Bagaimana cara merekondisi Alfa saat berusia hampir 23 tahun meramaikan dunia roda dua Indonesia?
1. Benahi double starter
Sesuai dengan segmen yang memakai rata-rata kaum hawa, maka perangkat starter wajib dimaksimalkan. Untuk memudahkan dalam pemakaian. Kunci utamanya cuman di rotor spul, bushing, arang brush dan kabel double starter. Problem yang paling sering terjadi, rotor mulai ditumpuki kerak kehitaman, arang brush aus dan kabel mulai nge-vong.

Untuk problem arang brush aus dan kabel ngevong, bisa diatasi dengan penggantian. Kalau rotor kumparan spul cukup dibersihkan. Oh ya, periksa juga bushing sebagai dudukan rotor kumparan, kadang juga mengalami aus. Kalau aus, mesti dibawah ke service dynamo starter, dimana bahan bushing nya banyak terdapat disana. 

2. Sil perlengkapan mesin
Di Alfa terdapat sil poros pedal starter, sil poros persneling, sil magnet dan sil poros gir belakang. Paling fatal sil magnet, sebab di Alfa sil ini bertugas sebagai penjamin kepadatan kompresi saat gas segar dibilas. Letaknya di sisi kiri, dibalik rotor magnet. Mudah untuk pemeriksaan fisiknya, sebab kalau sudah aus di sekeliling as kruk timbul kehitaman basah macam busi yang keborosan bensin. Kalau sampai terjadi hal seperti itu, secepatnya dilakukan penggantian. 

Begitu juga dengan sil pedal persneling, efek spindle yang mulai aus pada titik-titik engselnya, putaran poros pedal persneling tak lagi bisa berputar di satu titik. Tapi cenderung terpuntir dan terjadi gerusan pada sil poros persneling. 

Kalau sampai terjadi hal ini, jangan hanya dilakukan penggantian sil poros persneling saja, lebih baik lakukan semi overhaul untuk membongkar kalter bagian kanan (kopling) dan lakukan pemeriksaan pada spindle, penerus gerakan poros persneling ke drum shift penggerak gigi transmisi. Berikutnya, kalau sil poros gir belakang dan sil poros pedal starter aus, itu cuman efek terlalu lamanya sil dan cukup dilakukan penggantian sil yang orsi. 

3. Silinder tromol belakang
Rata-rata di bagian ini, kampas rem sudah ditambah dengan plat pengganjal, efek diameter dalam silinder tromol yang makin besar. Dengan maksud, kampas rem berada pada kondisi stand by siap membuka atau mendekati silinder tromol agar pijakan pedal rem lebih efektif.

Kalau keterusan main ganjal, bidang pad kampas rem makan silinder tromol jadi nggak rata, cenderung yang terkikis di bagian yang diganjal saja. Maka lebih bijak kalau dilakukan penggantian tromol. Tak perlu pakai orsi Alfa, bisa dikanibal dari Jupiter-Z. Sebab, diameter silindernya sebanding dengan Jupiter-Z. Dipastikan pengereman belakang jadi makin pakem. Dan untuk pemakaian bearing dan as roda amputasi sekalian milik Jupiter-Z. 

4. Usung sok depan F1Z-R 
Memang susah ketika rem masih menganut model tromol, jadi timbul ketergantungan dengan rem belakang. Kalau ditakar dengan perkembangan motor saat ini, jelas ketinggalan. Pilihan tepat kalau sok depan diganti milik F1Z-R yang sudah dilengkapi dengan lubang dudukan adaptor kaliper. Sipnya, diameter inner tube sama dengan lubang pengikat pada segitiga. Lanjutkan mengganti tromol depan milik F1Z-R, komplit dengan cakram, kaliper dan master. Dijamin pasti lebih modis dan safety. 

5. Membran ganti bertulang karbon
Saat deselerasi, raungan mesinnya tak bisa bersih, masih saja timbul pembakaran susulan. Sehingga dalam pemakaian macam gas mbandang, tapi sebenarnya tidak. Problem ini biasa terjadi efek dari daun membran yang mulai memble, atau tak bisa menutup rapat. 

Maka untuk mengatasi hal ini, bisa mengikuti gaya tuner road race yang menangani bebek 2 tak. Yakni lewat pemakaian membran bertulang karbon yang tahan suhu tinggi. Jadi lebih akurat dalam mengontrol suplai gas segar ke lubang bilas. Cara ini secara tak langsung juga bisa menghemat dalam pemakaian BBM. 

6. Power mesin lebih liar 
Kalau kebetulan yang menunggang masih remaja, power mesin bisa dibesarkan lagi. Dari spek standar stroke (50 mm) dan bore (52 mm), cukup dibesarkan diameter silinder. Cukup kanibal piston Yamaha RX-S over size 100 (54 mm), lumayan kapasitas mesin bisa dikatrol hingga 114, 45 cc. 

Asumsinya, porting dalam liner silinder mesti diseting ulang, sesuai dengan posisi piston saat berada di TMA dan TMB. Agar jalur lubang transfer dan lubang buang tak terhalangi posisi piston, saat gas segar dan gas buang bersirkulasi. Kalau sudah diporting, maka dalam penggantian subtitusi nya pertahankan pakai piston RX-S, agar power bisa sebanding dengan motor yang lebih muda. 

7. Kaca head lamp buram 
Bukan kesalahan pemilik, sebab spare head lamp yang orsi susah dilacak meskipun di bengkel resmi tingkat 1 sekelas main dealer. Tak ada cara lain terkecuali membesarkan rumah head lamp dan merapikannya pakai fiber, untuk mengganti head lamp milik F1Z-R.

8 Responses to "Rekondisi Yamaha Alfa '88"

  1. Bianyanya bisa untuk beli motor 4 tak om, legenda nya honda.. irit

    ReplyDelete
  2. ini kita bicara tentang rekondisi bro..
    kan hak orang mau gimana? hehe
    legenda asyik, irit! wkwk

    ReplyDelete
  3. kangen dengan raungan 2tak, akhirnya ane beli ALFA 94 buat obat kangen.. saat ini lagi ane rekondisi.. rencana mau ane pake in velg ring 16" biar lebih gesit n lincah buat zig-zag diantara kemacetan... hehehe, tahan siksa ni motor

    ReplyDelete
  4. bener banget bro..
    enak buat lari wkwk

    ReplyDelete
  5. Ane punya alfa 94.warisan dr nyokap.:-).msh standart semua,tp lumayan bisa nglalap mio" ama supra.:-)

    ReplyDelete
  6. memang 2 tak kuat larinya..
    punya saya yamaha v80 oversize100, kompresi bocor bisa ngebalap new honda revo absolute wkwkwk

    ReplyDelete
  7. Untuk blok kopling bs d pasang punya f1zr?

    ReplyDelete
  8. bisa masbro..sekalian aja buat kopling tangan..hehe
    tinggal beli perlengkapannya aja (stut kopling, kabel kopling, handle lever di setir)

    ReplyDelete