Jumat, 21 Juni 2013

Blue Thunder Ignition Booster

Fungsi Blue Thunder ignition booster antara lain:
  1. Meningkatkan Akselerasi Kendaraan
  2. Memperpanjang Usia Pakai Busi & Coil
  3. Hemat BBM Hingga 15% (Luar Kota)
  4. Menurunkan Suhu Coil (Mencegah Overheat)
  5. Menekan Kadar Emisi Gas Buang (HC & CO)
  6. Mengurangi Terbentuknya Carbon Pada Katup
Dapat digunakan untuk koil dengan Tegangan Output hingga 90.000 Volt.

Blue Thunder Ignition Booster berfungsi untuk menyempurnakan proses pembakaran dalam mesin dengan cara memperbesar tegangan pengapian (tanpa mengganti koil & Kabel Busi). Booster ini dapat digunakan pada kendaraan dengan sistem pengapian CDI maupun Platina. Di dalam Booster Pengapian ini terdapat rangkaian elektronik (bukan Lilitan Kawat) berupa amplifier teganan + penyearah yang berfungsi untuk memaksimalkan energi pembakaran.

Amplifier tegangan berfungsi untuk memperbesar tegangan output dari koil, sehingga voltase yang mencapai Busi dapat ditingkatkan dan menghasilkan percikan api lebih kuat dan stabil. Amplifier ini juga meminimalkan efek penurunan tegangan yang sering terjadi pada rpm tinggi.

Penyearah berfungsi sebagai penangkal arus balik (Back Motion Electron Force) yang dapat melemahkan tegangan pengapian dan menjadi penyebab meningkatnya suhu Coil. Penyearah juga membantu meringankan beban kerja koil (suhu Coil dapat ditekan lebih rendah), terutama saat menempuh perjalanan jauh Non Stop. Rangkaian elektronik pun terlindung dalam casing tahan air.

Pembakaran yang berlangsung sempurna dapat menekan kadar emisi gas buang dan menghemat konsumsi bahan bakar sekaligus meningkatkan akselerasi kendaraan. Usia komponen mesin juga dapat diperpanjang, karena bensin yang terbakar habis di dalam silinder akan sangat sedikit meninggalkan endapan karbon pada Busi, Katup (Valve), dan Piston Ring. Pembakaran yang tidak sempurna (Api Busi Lemah) menyebabkan bensin tidak terbakar habis di dalam cylinder dan menghasilkan ampas pembakaran yang pekat (berkadar polusi tinggi).

Perangkat ini tidak memerlukan pasokan tegangan listrik, dan dapat langsung dipasang setelah melepas kabel Coil lama. Dengan Kabel dan Terminal yang sudah terpasang pada Rangkaian Booster, pengguna tidak perlu lagi melakukan pemotongan kabel koil. Walaupun Kabel Busi Standard tetap dapat digunakan, tetapi untuk kinerja yang maximal disarankan menggunakan Kabel Busi High Performance, agar tegangan dari Coil tidak tertahan di Kabel Busi (terutama untuk para pengguna Coil dengan Output di atas 50.000 Volt).

Isolator Kabel & Terminal Boot menggunakan bahan silikon murni yang mampu mencegah kebocoran tegangan dan memiliki ketahanan terhadap panas hingga 500°F (bahan Silicone Murni tidak akan mencair bila terbakar). Sedangkan Conductor (Kabel Penghantar) dan Terminal menggunakan Stainless Steel (Anti Korosi).

Total Diameter Kabe l: 10,2 mm
Kabel Penghantar (Conductor) : Stainless Steel
Terminal : Stainless Steel
Isolator (Jacket) : 100% Silicone
Terminal Boot : 100% Silicone.

Type :
Short ( ± 30 Cm ) : Rp. 425.000,-
Medium ( 54 Cm ) : Rp. 450.000,-
Long ( ± 70 Cm ) : Rp. 475.000,-

Minggu, 16 Juni 2013

Spesifikasi Kawasaki Ninja RR

MESIN
Type Mesin : 2-tak,crankcase reedvalve,SuperKIPS,HSAS
Jumlah & Isi Silinder : Satu buah & 148cc
Diameter x Langkah : 59,0 x 54,4mm
Perbandingan Kompresi : 6,8 : 1
Daya Maksimum : 22,1 KW ( 30,1 PS ) / 10.500 RPM
Torsi Maksimum : 21,6 Nm / 9.000 RPM
Karburator : Mikuni VM 28
Sistem Starter : Kick
Baterai : 12 V 4 Ah

TRANSMISI
Jumlah Transmisi : 6 speed, constant mesh, return shift
Rasio Gigi : Gigi 1 2.700 ( 27/10 )
Gigi 2 1.706 ( 29/17 )
Gigi 3 1.300 ( 26/20 )
Gigi 4 1.090 ( 24/22 )
Gigi 5 0.952 ( 20/21 )
Gigi 6 0.863 ( 19/22 )
Tipe sistem final drive : Chain Drive
Rasio Reduksi : 3.000 ( 42/14 )
Drive rasio keseluruhan : 8.479 @ top gear

PELUMASAN
Sistem Pelumasan Oli : Oil Injection
Kapasitas Oli Samping : 1 liter
Kapasitas Oli Transmisi/Mesin : 0,87 liter

DIMENSI
Knalpot / Muffler : Catalic Converter
Kapasitas Coolant : 1,3 liter
Jarak Poros Roda : 1.305mm
Jarak terendah ke tanah : 145mm
Berat maksimum : 124,5 kg
Tipe Rangka : Full Frame
Suspensi Depan : Telescopic Fork Suspension
Suspensi Belakang : Monoshock Suspension
Panjang x Lebar x Tinggi : 1975mm x 719mm x 1090mm
Isi tangki bensin : 10,8 liter

KAKI KAKI
Rem Depan : Rem Cakram Twin Pot
Rem Belakang : Rem Cakram Twin Pot
Ban Depan : 90/90-17 49S Tube-type
Ban Belakang : 110/80-17 57S Tube-type

Cara Merawat Kilap Cat Motor

Contoh cat masih kinclong
Cara Merawat Kilap Cat Motor - Ada beberapa anekdot yang mengatakan bahwa pribadi seseorang bisa dilihat dari kebersihan kendaraannya. Terlepas itu benar atau pun tidak untuk penampilan itu memang nomor satu dan pastinya hal tersebut juga berlaku untuk motor kita. Walaupun motor kamu orisinil, penampilan motor kamu juga bisa tetap menarik loh asalkan tau bagaimana cara merawatnya, terutama bagian catnya. Berikut adalah tips bagaimana cara merawat cat motor agar tetap kinclong dan menarik lebih lama.

1. Rusaknya cat pada motor biasa diakibatkan karena proses pencucian motor yang kurang baik.
Penggunaan sabun untuk mencuci yang kurang cocok. Sabun colek atau detergent dibuat khusus untuk menghilangkan noda/kotoran pada kain, sehingga kandungan zat-zat kimianya pastilah sangat keras dan bisa merusak cat motor. Selain itu, sabun colek atau detergent sulit larut dalam air, sehingga sisa sabun yang terbawa sponge beresiko menyebabkan gores/lecet pada permukaan cat. Selalu gunakan shampoo motor ketika mencuci motor, karena zat-zat kimia yang digunakan telah disesuaikan agar tidak merusak warna cat.

2. Proses pengeringan yang tidak sempurna juga dapat membuat cat motor kamu menjadi rusak.
Bercak air yang tertinggal bisa menyebabkan timbulnya noda air dan jamur yang nantinya sangat sulit untuk dihilangkan. Maka dari itu sehabis mencuci motor pastikan kamu mengeringkan motor kamu sampai ke bagian celah-celah motor, dan selalu gunakan chamois/kanebo yang bersih untuk mengeringkan motor agar permukaan cat tidak gores dan kering dengan sempurna.

3. Hindari parkir di area terbuka (tanpa atap) dalam waktu yang lama.
Terik sinar matahari, air hujan, dan embun bisa membuat warna cat motor kamu menjadi kusam dan bisa menimbulkan karat pada bagian motor yang terbuat dari logam. Hal tersebut bisa kamu atasi dengan cara menutupi motor menggunakan sarung motor atau terpal khusus bila sedang parkir di area terbuka dalam waktu yang cukup lama.

4. Janganlah terlalu sering mengunakan cairan khusus untuk mengkilapkan body motor.
Jika terlalu sering lama-kelamaan lapisan cat pada body motor kamu akan terkikis sehingga warna cat akan menjadi pudar atau luntur.

5. Pemasangan stiker motor yang berlebihan sebenarnya juga kurang baik untuk cat motor kita.
Ketika stiker tersebut dicopot atau terlepas, lapisan pelindung cat pada body motor akan ikut terlepas dan bekasnya akan jelas terlihat pada body motor kita. Walaupun bekasnya kecil tapi kalau banyak, kan gak enak juga dilihatnya.

Nah mulai sekarang kita harus memperhatikan kondisi tampilan motor kita agar motor itu tampak selalu seperti baru.

Jumat, 14 Juni 2013

Spesifikasi Yamaha Vega RR 115

Yamaha Vega RR 115
Mesin :
Tipe mesin : 4 langkah, 2-valve SOHC, Berpendingin udara
Jumlah, Posisi silinder : Silinder Tunggal Mendatar
Volume silinder : 113,7 cc
Bore x Stroke : 50 mm x 57.9mm
Perbandingan kompresi : 9.3:1
Daya maksimum : 8.16 PS (6.0 kW)/7500 rpm
Torsi maksimum : 8.3 Nm (0.85 kgf/m)/4500 rpm
Sistem starter : Starter elektrik dan Kick starter
Sistem pelumasa : Basah
Kapasitas oli mesin : 1L / Penggantian berkala 0.8L
Sistem bahan bakar : Karburator Mikuni VM17
Sistem kopling : Basah, Kopling sentrifugal, Multiplat
Tipe Transmisi : 4 Kecepatan
Pola pengoperan transmisi : N-1-2-3-4

Dimensi :
P x L x T : 1.930mm x 660mm x 1.055mm
Jarak sumbu roda : 1.235 mm
Jarak terendah ke tanah : 126mm
Tinggi tempat duduk : 755mm
Berat isi : Tromol 96kg / Cakram 98kg
Kapasitas tangki bensin : 4.2L

Kelistrikan :
Sistem pengapian : DC CDI
Baterry : YB5L-B/GM5Z-3B
Tipe busi : NGK/C6HSA

Rangka :
Tipe rangka : Pipa baja Underbone / Steel Tube Underbone
Suspensi depan : Teleskopik
Suspensi belakang : Lengan ayun, Suspensi ganda
Ban depan : 70/90-17 38P
Ban belakang : 80/90-17 44P
Rem depan : Tromol/Cakram
Rem belakang : Tromol

Spesifikasi Yamaha Force 115

Yamaha Force 115
Mesin :
Tipe Mesin : 4 Langkah, 2 Valve SOHC, Berpendingin Udara
Jumlah / Posisi Silinder : Cylinder Tunggal / Mendatar
Volume Silinder : 114 cc
Diameter x Langkah : 50,0 × 57,9 mm
Perbandingan Kompresi : 9,3 : 1
Daya Maksimum : 8,72 PS (6,41 kW) / 7000 rpm
Torsi Maksimum : 9,53 Nm (0,97kgf/m) / 5500 rpm
Sistem Starter : Electric Starter dan Kick Starter
Sistem Pelumasan : Basah
Kapasitas Oli Mesin : Total : 1 Liter / Penggantian Berkala : 0,8 Liter
Sistem Bahan Bakar: Fuel Injection System
Tipe Kopling : Basah, Kopling sentrifugal, Multiplat
Tipe Transmisi: 4 Kecepatan
Pola Pengoperasian Transmisi : N-1-2-3-4

Rangka :
Tipe Rangka : Pipa Baja Tulang Bawah / Steel Tube Underbone
Suspensi Depan : Teleskopik
Suspensi Belakang : Lengan ayun, Suspensi Ganda
Ukuran Ban Depan : 70/90-17M/C 38P
Ukuran Ban Belakang : 80/90-17M/C 44P
Rem Depan : Cakram
Rem Belakang : Tromol

Dimensi :
Panjang x Lebar x Tinggi : 1.940 mm x 715 mm x 1.075 mm
Jarak Sumbu Roda : 1.235 mm
Jarak Terendah Ke Tanah : 155 mm
Tinggi Tempat Duduk : 755 mm
Berat Isi : Versi Tromol 93 kg, Versi Cakram 96 kg
Kapasitas Tangki Bensin : 3,9 L
Kelistrikan
Sistem Pengapian : TCI (Transistor controlled ignition)
Battery : YTZ4V/GTZ4V (MF Battery)
Tipe Busi : NGK / CR6HSA

HiDS - Diagnostic Tools Injeksi Honda

HiDS seharga 3,3 juta
 HiDS - Diagnostic Tools Injeksi Honda - Salah satu special tools wajib untuk melakukan perawatan berkala sepeda motor berteknologi injeksi adalah diagnostic tools. Tiap pabrikan memiliki alat sendiri, termasuk Honda yang sejak awal menggunakan diagnostic tools berlabel HiDS buatan Starnics.

Nah asiknya, HiDS kini bisa dimiliki oleh bengkel umum. Jadi bukan hanya menjadi monopoli bengkel resmi Honda. Tentunya, dengan makin banyak special tools yang menyebar di bengkel-bengkel umum, mampu mengurangi kekhawatiran konsumen soal perawatan teknologi terbaru ini. 

HiDS merupakan perangkat diagnostic motor Honda yang dibuat oleh Starnics dan telah digunakan di dealer resmi motor Honda. Tapi kini, bukan hanya dealer resmi Honda, bengkel umum pun berkesempatan untuk melengkapi alat kerjanya dengan HiDS.

HiDS dapat menganalisis atas alat-alat kontrol elektronik pada sepeda motor Honda yang menggunakan teknologi injeksi. Data-data yang dapat ditampilkan diantaranya adalah data kesalahan sensor yang terdeteksi ECM, baik data kesalahan yang sudah terjadi dan tersimpan dalam memori ECM ataupun data yang sedang terjadi yang terdeteksi ECM. 

Data-data tersebut akan ditampilkan pada layar peraga HiDS dengan menggunakan Bahasa Indonesia sehingga mudah dimengerti dan informatif. HiDS juga memiliki fasilitas untuk melakukan re-set atau menghapus data-data kesalahan yang tersimpan di ECM dengan amat mudah. 

HiDS yang dijual Rp 3,3 juta ini dapat digunakan pada seluruh sepeda motor Honda yang dipasarkan di Indonesia yang sudah mengadopsi fuel injection. Mulai dari Supra-X 125 PGM-FI, PCX 150, CBR250R sampai yang terbaru BeAT FI dan CB150R dan Verza150. 

O iya, Injeksi Motor Globalindo dan Starnics juga sedang mencari dealer untuk berbagai area di Indonesia, untuk yang ini bisa menghubungi Injeksi Motor Globalindo di 081-212-967-19, atau kontak lewat BB di 26232FFA.

Kamis, 13 Juni 2013

Memasang Ring Piston Yamaha Jupiter Z

Memasang Ring Piston Yamaha Jupiter Z - Pemasangan ring piston Yamaha Jupiter Z ada aturan nya. Kalau salah bisa berakibat bocor kompresi. Untuk ring oli alias ring yang bergelombang pasti kalian mengerti caranya. Ring dipasang dan dikunci dengan rung tipis di bagian atas dan bawah. Namun, berbeda dengan ring kompresi. Berikut ciri ring kompresi di Yamaha Jupiter Z.
ring terpasang pada piston
Pada ring kompresi bawah, bagian dalam atas dan bawah adalah yang memiliki sisi atau sudut tajam. Jika diraba pada bagian dalam, terdapat kasar seperti plat kopling. Kalau menemukan kedua sisi tajam, berarti ini ring piston bawah atau nomor kedua. Posisi atas dan bawah dapat dibalik.
ilustrasi
Pada ring kompresi atas, bagian atas memiliki sudut tumpul dan pada bagian bawah memiliki sudut tajam. Kalau menemukan salah satu sisi tumpul, ini merupakan ring kompresi pertama atau ring kompresi atas. Pemasangan tidak boleh terbalik agar kompresi terjaga.

Rabu, 12 Juni 2013

Substitusi Kampas Rem Vario Menggunakan Milik Tiger

Substitusi Kampas Rem Vario Menggunakan Milik Tiger - Harga kampas rem belakang Honda Vario sekitar 58 ribu an. Agar menghemat biaya, dapat menggunakan milik Honda Tiger yang seharga 35 ribu an. Pemasangan nya pun plug n play alias langsung plek. Namun, agar hasil lebih menggigit, kampas dapat dibuatkan alur dengan gergaji besi.
kampas rem

Selasa, 11 Juni 2013

Salah Satu Penyebab Motor Sulit Langsam Setelah Menggunakan Intake Manifold Variasi

Salah Satu Penyebab Motor Sulit Langsam Setelah Menggunakan Intake Manifold Variasi - Pasti Anda pernah menemukan masalah sulit langsam alias mbandang setelah menggunakan intake manifold variasi yang imitasi. Intake manifold nya memang murah, hanya sekitar 10.000 rupiah saja. Namun, setelah pemasangan biasanya motor sulit langsam. Iseng - iseng saya pun coba meniup manifold ini di dalam air. Hasilnya, muncul gelembung dari tempat yang tidak biasa, yaitu di badan intake manifold nya.


intake manifold variasi
Harga yang murah ini tidak lah sesuai keinginan kita karena kualitas nya kurang memadahi. Masih terdapat pori di badan intake manifold yang menunjukkan bahwa bahan kurang dan panas sewaktu proses mencetak juga kurang. Bagian porting dalam sangat kasar. Ciri manifold ini biasanya mengkilap seperti di chrome dan harganya murah.

Untuk mengatasi nya, dapat menambal bagian yang saya lingkar pada gambar di atas. Menambalnya dapat menggunakan lem besi atau kalau ada yang lebih baik juga tidak apa - apa. Baru tahu kalau intake manifold biasa memang kurang baik.

Menurunkan Tinggi Motor Yamaha Byson

Menurunkan Tinggi Motor Yamaha Byson - Anda pembesut Yamaha Byson dan ada sedikit masalah dengan riding posisi lantaran postur tubuh kurang tinggi? Tak usah bingung maupun berputus asa. Pasalnya semua masalah, pasti ada solusinya. Ambil solusi dengan menurunkan sok depannya agar kedua kakinya bisa menapak ke aspal secara maksimal.

Sebelumnya, doi mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan, antara lain; kunci T-10 dan kunci ring 14 mm. Langkah awal, posisikan tunggangan pada standar tengah. Lalu kendurkan 2 baut pengikat segitiga atas (kiri dan kanan) pakai kunci T-10 (gbr.1). Dilanjutkan mengendurkan 2 baut pengikat segitiga bawah (kiri dan kanan) pakai kunci ring 14 mm (gbr.2).

Kemudian turunkan standar tengah, sambil setang didorong ke bawah. Biasanya tabung sok langsung nongol ke atas, serta setang ikut turun. Namun ada juga yang enggak langsung turun. Mesti ditekan-tekan ke bawah, lantaran masih keset.

Jika sudah, tinggal ukur berapa centimeter tabung sok yang mau diturunkan. Disesuaikan saja dengan postur tubuh Anda. Tabung sok hanya bisa turun maksimal 4,5 cm (gbr.3), lebih dari itu tidak bisa, soalnya mentok setang. Bila mau lebih, mesti aplikasi raiser (peninggi) setang agar posisi setang tambah tinggi.

Perlu diwaspadai juga, sebaiknya penurunan tabung sok jangan sampai 4,5 cm (mentok) (gbr.4), efeknya dudukan pelat nomor dan headlamp mepet dengan sepatbor depan.

Bila posisi sudah pas dengan selera, baut segitiga bawah dan atas dikencengin lagi seperti semula.

Minggu, 09 Juni 2013

3 Kemungkinan Motor Pemakai Karburator Vakum Loyo

3 Kemungkinan Motor Pemakai Karburator Vakum Loyo - Sebagai peranti yang berfungsi memasok bahan bakar ke ruang bakar mesin, karburator memiliki peran kunci bagi mesin motor dalam menghasilkan tenaga. Pasalnya, besar kecilnya asupan bahan bakar sangat menentukan kualitas proses pembakaran.
karburator tipe vakum
Hal ini tidak hanya terjadi pada karburator biasa, tetapi juga pada karburator vakum. Permasalahan yang sering timbul di karburator vakum adalah pada pegas yang tidak lagi memiliki kelenturan tinggi, skep yang kotor, serta membran mengeras.

Pegas berfungsi untuk membuka dan menutup skep guna membuka lubang venturi dengan bantuan tekanan udara. Adapun membran bertugas mengatur angin yang ada di peranti tersebut.

Lantas apa penyebab komponen itu bermasalah? Bagaimana cara mengatasinya?
1. Pegas kehilangan kelenturan
Salah satu permasalahan yang kerap terjadi pada pegas adalah tingkat kelenturan yang menurun. Hal itu bisa terjadi seiring dengan usia pemakaian serta salah perlakuan. Salah perlakuan itu, misalnya karburator yang sering diutak-atik atau dibongkar pasang secara tidak tepat. Oleh karena itu bila Anda merasakan atau curiga ada permasalahan di karburator sebaiknya membawa kendaraan tersebut bengkel. Hal lain yang harus Anda ingat, carilah bengkel yang memiliki reputasi sebagai spesialis menangani karburator.

2. Skep kotor
Penyebab lainnya adalah banyak kotoran di skep. Menumpuknya kotoran itu menyebabkan skep tidak bisa tertarik maksimal alias seret kala pengguna motor menarik tuas gas. Akibatnya, pasokan bahan bakar ke ruang bakar juga tidak maksimal. Kondisi itu menyebabkan motor berpotensi mogok. Sebab bila bahan bakar yang ada di ruang bakar telah terbakar, maka asupan berikutnya tidak terjadi. Alhasil, motor sulit dihidupkan meski telah distarter beberapa kali.

Bila menemui gejala seperti itu, Anda juga harus hati-hati membersihkan kotoran yang ada. Sebab, bila tidak tepat maka posisi pegas juga akan tergeser. Kendati hanya sedikit bergeser, namun pengaruhnya terhadap proses buka tutup skep cukup besar.

Oleh karena itu, untuk membersihkannya jangan menggunakan ampelas. Gunakanlah cairan untuk memoles dan lakukan dengan hati-hati hingga kotoran yang menempel terkikis habis. Hal ini dimaksudkan agar skep  dapat terangkat kembali.

3. Membran bocor
Membran yang terbuat dari bahan karet di karburator vakum memiliki peran sangat penting. Karena sangat penting itu, hampir semua produsen motor melarangnya membuka peranti tersebut.

Permasalahan lain yang kerap muncul adalah, membran bocor. Hal itu bisa terjadi, karena saat mengutak-atik peranti itu ada bagian peralatan - misalnya obeng - yang menyentuh membran dan menyebabkan kebocoran. Meski hanya kecil, namun adanya kebocoran itu menyebabkan membranbocor.

Udara yang masuk ke ruang vakum menggerakkan karet keluar lagi karena ada lubang. Sehingga tingkat kevakuman tidak sempurna. Alhasil, skep karburator tidak bisa terbuka dengan maksimal. Akibatnya, penggelontoran bahan bakar dari karburator ke ruang bakar juga kurang dan pembakaran yang terjadi tidak sempurna. Ujung-ujungnya, tenaga motor loyo.

Penyebab lain kebocoran membran adalah setelah membuka tutup membran, pemasangan nya salah. Artinya, posisi karet dudukan tidak terpasang pas di tempat semula. Selain itu, membran yang terbuat juga tidak tahan zat kimia macam bensin. Akibatnya bisa jadi keras. Kalau sudah mengeras, akan susah mengangkat skep walau terjadi kevakuman. Ini yang berakibat lubang venturi jadi tidak terbuka semua.

Trik Menjaga CVT Motor Matik Tidak Berdecit

Trik Menjaga CVT Motor Matik Tidak Berdecit - Pada motor-motor bertransmisi otomatis, CVT merupakan hal yang penting karena bekerja sebagi penerus daya dari mesin ke roda. Maka dari itu jangan menyepelekan hal ini. Banyak yang beranggapan enteng pada CVT. Akibatnya pergerakan belt pada motor matiknya terasa tidak enak atau terasa tersendat-sendat dan mengakibatkan suara decitan.
komponen CVT matik
Ada beberapa cara mudah untuk merawat CVT pada motor matik, diantaranya:
1. Lakukan pengecekan V-belt
Caranya dengan membuka baut cover CVT, lepas selang udara dengan obeng plus (laki-laki), buka mur crankshaft untuk melepas belt penggerak atau istilah mekaniknya drive belt. Setelah semuanya terlepas, maka periksa semua part yang ada di dalamnya. Pertama cek lebar belt, usahakan tidak kurang dari 20mm, cek belt sudah retak atau tidak. Kalau lebar belt kurang dari 20mm berarti harus diganti. Lalu kalau sudah retak juga harus diganti karena nantinya kerja belt tersebut tidak akan normal.

2. Cek Roller.
Pastikan roller dalam keadaan normal tidak rusak atau permukaannya tidak rata. Karena jika rusak atau tidak rata permukaanya motor Anda akan berjalan tersendat-sendat secara halus. Setelah itu, Anda cek ketebalan roller pastikan tidak kurang dari 17,5 mm. Kalau memang harus diganti harus 1 set. Karena kalau tidak nantinya kinerja roller itu tidak akan merata.

3. Oli girbox dan V-belt
Usahakan setiap menempuh jarak 8.000 km Anda mengganti oli girbok dan dianjurkan untuk mengganti V-Belt jika sudah mencapai 24.000 km. 

4. Filter udara pada CVT
Bagian ini harus sering dibersihkan, minimal 3 bulan sekali atau Anda bersihkan jika melakukan servis berkala.

Nah yang paling penting, ketika musim hujan tiba seperti sekarang ini, usahakan jangan melewati genangan air yang melebihi rumah CVT. Karena, jika airnya masuk maka akan mengendap di belt atau roller. Nantinya komponen itu akan cepat rusak ter-kikis. Ini yang biasanya sering terjadi. Rumah CVT kemasukan air dibarengi dengan adanya debu. Kalau keadaan ini sudah fatal maka motor Anda akan sering mengeluarkan suara decit.

Ada baiknya setiap melakukan servis berkala, Anda meminta kepada mekanik nya untuk memeriksa CVT. Perawatan atau pengecekan rutin dapat meminimalkan terjadinya kerusakan pada CVT terutama terjadinya suara decitan.