Minggu, 19 April 2015

Cara Membaca Kode Bearing/Laher

Cara Membaca Kode Bearing/Laher - Bearing, atau sering disebut laher, merupakan komponen yang sering dipakai pada komponen yang berputar. Bearing ada bermacam-macam, mulai dari bantalan bola ( ball bearing), bantalan jarum (needle bearng), bantalan gesek, dan lain sebagainya.
bearing bola
berikut merupakan sedikit tentang pembacaan kode pada bearing utamanya pada ball bearing yang mungkin lebih sering kita jumpai pada kendaraan kita sehari-hari.

Coba saya beri contoh mengenai pengkodean bearing ( biasanya kode beairing terbaca di lingkaran bearing ) sebagai berikut :
  • Kode bearing (bantalan) = 6203ZZ
Kode bearing di atas terdiri dari beberapa komponen yang dapat dibagi-bagi antara lain:
  • 6 = Kode pertama melambangkan Tipe /jenis bearing
  • 2 = Kode kedua melambangkan seri bearing
  • 03 =Kode ketiga dan keempat melambangkan diameter bore (lubang dalam bearing)
  • ZZ = Kode yang terakhir melambangkan jenis bahan penutup bearing
a. Kode Pertama (Jenis Bearing)
Dalam kode bearing 6203ZZ seperti contoh di atas, kode pertama adalah angka 6 yang menyatakan bahwa tipe bearing tersebut adalah Single-Row Deep Groove Ball Bearing ( bantalan peluru beralur satu larik).
tipe bearing
Perlu diingat bahwa kode di atas untuk menyatakan pengkodean bearing dalam satuan metric jika anda mendapatkan kode bearing seperti ini = R8-2RS, maka kode pertama (R) yang menandakan bahwa bearing tersebut merupakan bearing berkode satuan inchi.

b. Kode kedua (Seri bearing)
Kalau kode pertama adalah angka maka bearing tersebut adalah bearing metric seperti contoh di atas (6203ZZ), maka kode kedua menyatakan seri bearing untuk menyatakan ketahanan dari bearing tersebut. Seri penomoran adalah mulai dari ketahan paling ringan sampai paling berat.
  • 8 = Extra thin section
  • 9 = Very thin section
  • 0 = Extra light
  • 1 = Extra light thrust
  • 2 = Light
  • 3 = Medium
  • 4 = Heavy
Kalau Kode pertama adalah Huruf, maka bearing tersebut adalah bearing Inchi seperti contoh (R8-2RS ) maka kode kedua (angka 8) menyatakan besar diameter dalam bearing di bagi 1/16 inchi atau = 8/16 Inchi.

c. Kode ketiga dan keempat (diameter dalam bearing)
Untuk kode 0 sampai dengan 3, maka diameter bore bearing adalah sebagai berikut :
  • 00 = diameter dalam 10mm
  • 01= diameter dalam 12mm
  • 02= diameter dalam 15mm
  • 03= diameter dalam 17mm
selain kode nomor 0 sampai 3, misalnya 4, 5 dan seterusnya maka diameter bore bearing dikalikan dengan angka 5 misal 04 maka diameter bore bearing = 20 mm

d. Kode yang terakhir (jenis bahan penutup bearing)
Kode terakhir ini menyatakan tipe jenis penutup bearing ataupun bahan bearing. seperti berikut :
  • Z Single shielded ( bearing ditutuipi plat tunggal)
  • ZZ Double shielded ( bearing ditutupi plat ganda )
  • RS Single sealed ( bearing ditutupi seal karet)
  • 2RS Double sealed (bearing ditutupi seal karet ganda )
  • V Single non-contact seal
  • VV Double non-contact seal
  • DDU Double contact seals
  • NR Snap ring and groove
  • M Brass cage
maka bearing 6203ZZ menyatakan bearing dengan tipe ditutupi plat ganda.

Sabtu, 18 April 2015

Korek Harian Yamaha V80 86 cc

1. Piston FR80 dengan diameter 49 mm
Kolter blok standar menggunakan piston FR80 standar menghasilkan kapasitas mesin 86 cc. Pin piston sama 12 mm. Beda ada pada tinggi piston sehingga diperlukan bubut blok.
piston suzuki FR80
2. Porting
Porting standar digeser saja melalui bubut blok. Hasil diharapkan konsumsi bensin tetap irit. Bagian atas blok dibubut 3 mm. Porting akan bergeser naik, yaitu transfer 37 dan exhaust 31 mm. Kelebihan cara ini adalah konsumsi bahan bakar tetap irit dan presisi.
blok V80
3. Head/kop
Kompresi dikejar kembali agar power mesin kuat. Volume kubah dibuat 8 cc dengan squish 7 mm.
kop/head v80 korekan
4. Membran F1ZR
Agar pasokan bensin tetap lancar, membran dapat menggunakan yang lebih lebar, yaitu milik F1ZR. Pemasangan tinggal melebarkan dudukan membran di crankcase.
membran
V80 (kiri), F1ZR (kanan)
5. Rasio 4-speed F1ZR
Ubahan presneling agar akselerasi lebih cepat. Caranya cukup ganti rasio full set ori dan membuat dudukan presnelingnya. Tidak lupa gigi pengantar starter pakai fizr juga yang 19T.
rasio 4 speed F1ZR
6. Kopling Manual
Kopling dibuat manual agar motor dapat digunakan. Standar Yamaha V80 tidak ada mekanisme kopling di presnelingnya sehingga mau tidak mau jika mengubah rasio 4 speed harus memakai kopling manual.
kopling manual V80

Rabu, 15 April 2015

Selang Oli Samping Kecil Transparan

Selang Oli Samping Kecil Transparan - Untuk mencari selang kecil transparan demi keperluan saluran oli samping dapat menggunakan selang infus. Beli di apotek pasti ada dengan harga sekitar 5.000 saja. Panjang dan dapat dipakai di beberapa motor. Bahan nya lentur, tidak mudah keras terkena oli maupun bensin, transparan, dan cocok untuk saluran oli 2 tak mu.
selang infus untuk saluran oli samping

Menyetel Pompa Oli yamaha FIZR dan V-Series

Menyetel Pompa Oli yamaha FIZR dan V-Series - Untuk menyetel volume oli samping Yamaha FIZR dan V80 dilakukan di pompa oli bagian depan, tepatnya di mur. Semakin mur diarahkan ke luar, maka jarak tekanan pompa oli semakin jauh dan oli samping semakin banyak keluar. Sebaliknya semakin mur dimasukkan ke dalam, maka jarak tekanan pompa oli semakin dekat dan oli samping semakin sedikit keluar. Penyetelan ini sama dengan Yamaha bebek yang lain seperti V75, Force 1, F1Z, Alfa, dsb.
bagian penyetelan volume oli samping

Tambahkan Per di Gir Pompa Oli FIZR atau V80 Series

Tambahkan Per di Gir Pompa Oli FIZR atau V80 Series - Menurut kejadian yang saya alami, gir pada pompa oli maupun di as kruk sering aus. Gigi dari gir tersebut termakan sebelah sehingga pompa oli tidak berputar dan mesin mudah panas. Setelah saya cermati, gir pompa oli, apalagi tidak standar orisinil, ternyata mengalami pergerakan. Pergeseran posisi gir tadi menyebabkan gap antar gir semakin besar dan potensi aus juga terjadi. Untuk mengakali nya dapat menambahkan per skep yang dipotong pada gir, agar gir dapat diam di posisi nya.
per di gir pompa oli fizr atau V80 series

Porting Racing Yamaha V80

Porting Racing Yamaha V80 - Untuk ukuran dari porting Yamaha V80 dengan keperluan drag maupun touring bisa diaplikasi ukuran berikut ini. Namun syarat yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah modifikasi rasio girboks, kopling manual, bubut kop, cdi unlimit, knalpot, membran besar, dan karburator minimal 24 mm. Motor akan bermain di putaran mesin 8500 - 13000 rpm.
porting racing Yamaha V80

Tips Mengelas Kopling Ganda/Sentrifugal Balance

Tips Mengelas Kopling Ganda/Sentrifugal Balance - Jika ingin motor bebek kita kopling manual full clutch, maka tugas kopling sentrifugal akan dimatikan. Cara termudah nya adalah pengelasan rumah dan kampas nya. Namun jika proses pengelasan tidak imbang/balance, maka rumah kopling sulit dibongkar pasang dan suara mesin jadi kasar (deg deg dreg).
kopling sentrifugal
dilas seimbang/center/balance
Agar suara tidak kasar dan rumah kopling dapat dilepas layaknya saat kondisi standar, maka as kruk menjadi alat wajib saat proses pengelasan. Inti nya, rumah kopling harus terpasang di poros as kruk baru dilakukan pengelasan. Hasil nya, jika rumah kopling dapat keluar masuk di poros as kruk dengan mudah, dijamin center/balance pengelasan nya.
kopling sentrifugal set di pasang di as kruk 
pengelasan titik saat terpasang di as kruk
bos dan rumah kopling
harus mudah dilepas

Selasa, 14 April 2015

Ciri Side Stand Switch/Saklar Standar Samping Mati

Ciri Side Stand Switch/Saklar Standar Samping Mati - Biasanya pada motor matik yang menganut pengaman di standar samping nya jarang dilakukan perawatan. Memang part ini didesain jarang rusak karena hanya berupa saklar. Yang sering terjadi adalah kabel putus akibat serangan tikus!
kabel putus dimakan tikus pada Beat FI
Ketika motor diparkir di malam hari, dan ketika pagi sudah tidak menyala sama sekali, bisa dicurigai kabel putus oleh tikus. Ciri nya sebagai berikut:
  1. Electric starter tidak berfungsi
  2. Kick starter tidak berfungsi
  3. Tidak ada pengapian
  4. Kelistrikan normal, klakson maupun sein menyala
  5. Sekring tidak putus

Jumat, 20 Maret 2015

Cara Menghitung Durasi Motor 2 Tak

Cara Menghitung Durasi Motor 2 Tak - Durasi erat kaitannya dengan rpm saat motor mengeluarkan power maksimum. Apabila mengubah port pada motor 2 tak, kita wajib menghitung ulang durasi. Apabila diibaratkan bagai modifikasi noken as pada 4 tak. Durasi tinggi maka motor akan bermain di putaran tinggi. Sebaliknya, durasi rendah maka motor bermain di putaran rendah. Di mesin balap lebih cenderung durasi tinggi, sedangkan motor harian lebih rendah durasi nya.
ubahan jarak porting mempengaruhi durasi
Oleh karena itu, saat mengubah porting 2 tak ada baiknya kita menghitung durasi nya agar performa motor tidak ngaco, yang ujung-ujung nya tidak kencang dan loyo. Berikut panduan menghitung durasi motor 2 tak.
rumus durasi 2 tak
Rumus di atas adalah rumus baku. Dimana:
  • T = R + L + C – E
  • R = Stroke di bagi 2 dalam satuan mm
  • L = Panjang stang seher (pusat big end ke pusat small end) dalam mm
  • C = Jarak bersih (clearance) piston di TMA dari bibir atas silinder dalam mm
  • E = Jarak bagian atas exhaust ke bibir atas silinder dalam mm
Sebagai contoh adalah porting standar Yamaha V80.
Diketahui langkah/stroke V80 standar adalah 45.6 mm. Panjang stang seher (connecting rod) standar 95 mm. Deck clearance sebesar 1 mm. Jarak port exhaust terhadap bibir blok sejauh 33 mm. Hitung durasi buang nya!
Jawab:
R = 45.6 / 2 = 22.8 mm
T = (22.8 + 95 + 1 - 33) mm → T = 85.8 mm
Di atas merupakan hitungan durasi port exhaust. Tinggal ubah nilai E nya jika ingin menghitung durasi transfer atau lubang bilas.

Kamis, 19 Maret 2015

Profil Camshaft/Noken As Standar Honda MegaPro FI

Profil Camshaft/Noken As Standar Honda MegaPro FI - Berikut detail profil noken as di motor Honda MegaPro FI.

Durasi : Open + 180 + Close = x Derajat
IN :  5 + 180 + 40 = 225º
EX : 30 + 180 + 10 = 220º
Overlap : 15º

Celah renggang klep :
IN : 0.10 mm
EX : 0.10 mm

Ø pinggang =  mm
Ø lift =  mm
Lift Kem = mm
noken as Mega Pro FI

Profil Camshaft/Noken As Standar Honda Verza

Profil Camshaft/Noken As Standar Honda Verza - Berikut detail profil noken as di motor Honda Verza.

Durasi : Open + 180 + Close = x Derajat
IN :  10 + 180 + 35 = 225º
EX : 35 + 180 + 5 = 220º
Overlap : 15º

Celah renggang klep :
IN : 0.10 mm
EX : 0.10 mm

Ø pinggang =  mm
Ø lift =  mm
Lift Kem = mm
noken as Verza 150

Profil Camshaft/Noken As Standar Honda GL100

Profil Camshaft/Noken As Standar Honda GL100 - Berikut detail profil noken as di motor Honda GL100.

Durasi : Open + 180 + Close = x Derajat
IN :  40 + 180 + 35 = 255º
EX : 35 + 180 + 20 = 235
Overlap : 60º

Celah renggang klep :
IN : 0.10 mm
EX : 0.10 mm

Ø pinggang = 25.0 mm
Ø lift = 31.2 mm
Lift Kem = 6.2 mm
noken as GL Series