Home » » Tips Semi-Drag

Tips Semi-Drag

Written By Novanda S.T. on Thursday, April 19, 2012 | 6:13 AM

Di jaman saat ini, sudah banyak sepeda motor di jalanan. Mulai dari sepeda yg udah tua, masih baru, modifikasi, dan lain sebagainya. Apalagi di jaman globalisasi seperti saat ini, orang mudah mendapat informasi dan masukan. Apalagi para muda-muda, jiwa mereka masih ingin kebut-kebutan. Ini beberapa tips dalam memodifikasi motor

Di awali memajukan bukaan noken as lebih menguntungkan torsi diputaran bawah. desain lobe : setiap bubungan sebuah cam,untuk tiap klep memiliki banyak variable, came lobe bukan hanya mengatur lift dan kapan membuka dan menutup, tp juga specd, akselarasi, overlap, dan tekanan kompresi diruang bakar yang diatur kecepatan noken as. base circle (lingkaran dasar), posisi ini klep menutup, ukuran base circle mempengaruhi lift champ.

Semakin kecil base circle memungkinkan lift semakin tinggi tp rawan menjadi noken as ”lentur” dan timing melompat. ramps adalah bagian lobe dimana lifter bergerak naik dan berakhir menutup. racing chamehaft, bentuk kurva area ramps memiliki kecepatan dan akselarasi tinggi. bentuk memiliki bentuk kurva opening dan closing ramps yang tidak sama. bertujuan untuk mamaksimalkan kecepatan klep dan control.


Dalam aplikasi balap, umumnya akselarasi klep dibuka secepat mungkin, tetapi kecepatan bukaan klep dilambatkan secara drastic saat mendekati puncak lift untuk mencegah flooting. sedangkan pada posisi menutup, klep harus diturunkan dengan lembut untuk menjaga daya tahan daun klep. Memperlebar LSA menghasilkan kurva torsi yang rata dan lebar yang bagus di RPM tinggi tapi respon gas lambat. Merapatkan LSA menghasilkan efek berlawanan membuat torsi memuncak, mesin cepat teriak, namun rentan tenaga sempit.


Bila memakai piston panjang,kondisi ini membuat piston berada di TMA lebih lama. Noken as dengan LSA lebar akan lebih cocok.

Factor yang mempengaruhi overlapping yang ideal adalah Ruangan bakar yang kecil biasanya yang butuh overlapping yang sedikit saja dikarenakan didisain untuk memaksimalkan torsi di RPM rendah. Banyak mesin balap saat ini tergantung pada putaran mesin tinggi untuk memaksimalkan gear rasio, Sehingga overlapping lebih banyak justru membantu, Ketika RPM melonjak,klep membuka dan menutup semakin cepat.

Stang piston panjang juga mempengaruhi tentang LSA, Karena piston berada di TDC semakin lama. Ini membuat ruang bakar semakin mengecil untuk menerima pasokan udara/bahan bakar. Sehingga overlapping yang lebih sedikit mampu mengisi ruang bakar lebih baik. Selain mengurangi kevakuman dan potensi gas membalik. Kebanyakan overlapping dalam mesin balap menghasilkan gas yang tidak terbakar langsung menuju pipa knalpot. membuat boros konsumsi bahan bakar,Untuk balap jarak pendek ini tidak masalah (DRAG).
Dan jangan lupa gunakan knalpot racing untuk memaksimalkan pembuangan.

0 komentar:

Custom Search